Hujan Monsun Dahsyat: Setidaknya 25 Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor Melanda India Utara

Sedikitnya 25 orang tewas akibat hujan monsun lebat yang memicu banjir dan tanah longsor mematikan di seluruh India utara, termasuk Kashmir dan Nagaland.

A
Staff Writer
Diposting pada 20/07/2026 18:03
Hujan Monsun Dahsyat: Setidaknya 25 Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor Melanda India Utara

Hujan Deras Memicu Kekacauan yang Meluas

Serangkaian peristiwa cuaca dahsyat telah melanda India utara dan timur laut, meninggalkan jejak kehancuran dan menelan korban jiwa setidaknya 25 orang. Hujan monsun deras, yang awalnya merupakan hal yang biasa terjadi di musim tertentu, dengan cepat meningkat menjadi krisis kemanusiaan karena banjir bandang dan tanah longsor besar-besaran menerjang daerah pegunungan dan desa-desa terpencil.

Para pejabat setempat melaporkan bahwa korban jiwa tersebar di berbagai wilayah, dengan dampak paling parah dirasakan di Kashmir yang dikelola India dan negara bagian Nagaland di timur laut. Saat tim penyelamat berjuang melawan medan yang tidak stabil dan curah hujan yang terus berlanjut, ada kekhawatiran bahwa jumlah korban jiwa dapat meningkat lebih lanjut karena beberapa orang masih hilang.

Krisis di Kashmir dan Nagaland

Di wilayah Kashmir, distrik Poonch, Rajouri, dan Doda paling parah terkena dampaknya. Seorang pejabat polisi senior mengkonfirmasi bahwa setidaknya 15 orang telah meninggal di sana, dengan banyak penduduk masih belum ditemukan.

Krisis di Kashmir dan Nagaland

Di wilayah Kashmir, distrik Poonch, Rajouri, dan Doda paling parah terkena dampaknya. Seorang pejabat polisi senior mengkonfirmasi bahwa setidaknya 15 orang telah meninggal di sana, dengan banyak penduduk masih belum ditemukan.

Di Rajouri, banjir bandang dahsyat melanda daerah tersebut, menumpuk kendaraan dan menghancurkan infrastruktur publik serta rumah-rumah pribadi. Dalam upaya heroik, Tentara India dan petugas tanggap darurat negara bagian berhasil menyelamatkan 11 orang, termasuk lima anak, dari air yang terus naik.

Lebih jauh ke timur di Nagaland, distrik Mon telah hancur akibat tanah longsor. Wennyei Konyak, hakim distrik, memberi tahu kantor berita bahwa sembilan orang telah tewas. Meskipun empat jenazah telah ditemukan, operasi pencarian terus dilakukan untuk korban yang tersisa. Selain itu, setidaknya 15 orang menderita luka-luka akibat lereng bukit yang runtuh.

Dampak Regional: Assam dan Sekitarnya

Kerusakan tidak terbatas pada pegunungan. Di negara bagian Assam, badan manajemen bencana negara bagian melaporkan satu korban jiwa dan pengungsian besar-besaran.

Lebih dari 57.000 penduduk di tujuh distrik telah terdampak banjir, yang menyoroti kerentanan dataran selama puncak musim hujan.

Langkah-langkah Keamanan dan Penangguhan Ziarah

Karena risiko ekstrem yang ditimbulkan oleh jalan yang tidak stabil dan cuaca yang tidak dapat diprediksi, pihak berwenang telah mengambil langkah drastis dengan menangguhkan dua perjalanan spiritual terpenting di India. Ziarah tahunan Amarnath, yang secara historis menarik ratusan ribu umat Hindu, telah dihentikan sementara. Demikian pula, ziarah Vaishno Devi di Jammu telah ditangguhkan hingga penilaian keselamatan dapat menjamin bahwa rute tersebut bebas dari puing-puing tanah longsor dan risiko banjir.

Siklus Ekstrem Iklim yang Berulang

Kantor cuaca India telah mengeluarkan peringatan bahwa wilayah tersebut belum aman, dengan curah hujan yang sangat lebat diprediksi untuk Jammu dan Kashmir setidaknya selama seminggu lagi.

Peristiwa-peristiwa ini menggarisbawahi pola yang berulang dan mematikan di wilayah tersebut: transisi brutal dari kekeringan musim panas yang terik dan kelangkaan air ke banjir monsun yang dahsyat.

Para ahli lingkungan berpendapat bahwa peningkatan intensitas perubahan musiman ini mungkin terkait dengan pergeseran iklim yang lebih luas, yang membuat monsun tahunan menjadi lebih tidak menentu dan merusak bagi jutaan orang yang tinggal di lanskap rapuh di India utara.

Sumber: www.aljazeera.com

Artikel Terkait