Delhi Luncurkan Rencana Ambisius untuk Menghapus Kendaraan Berbahan Bakar Bensin dan Mengurangi Kabut Asap Beracun

Delhi mengumumkan kebijakan besar untuk melarang becak dan skuter berbahan bakar bensin pada tahun 2028, dengan tujuan mengurangi polusi udara secara signifikan dan mencapai target 30% armada kendaraan listrik pada tahun 2030.

A
Staff Writer
Diposting pada 30/06/2026 12:01
Delhi Luncurkan Rencana Ambisius untuk Menghapus Kendaraan Berbahan Bakar Bensin dan Mengurangi Kabut Asap Beracun

Pemerintah Delhi telah mengumumkan strategi transformatif untuk mengatasi krisis polusi udara yang terus-menerus terjadi di ibu kota dengan secara bertahap menghapus kendaraan bermesin pembakaran internal. Kebijakan ini menargetkan jutaan becak motor, sepeda motor, dan skuter bertenaga bensin yang memenuhi jalanan kota, yang bertanggung jawab atas sekitar 23% polutan udara di wilayah tersebut.

Jalan Menuju Elektrifikasi

Mulai tahun 2027, pemerintah Delhi akan membatasi penerbitan plat nomor baru untuk kendaraan roda tiga listrik dan truk kecil. Pada tahun 2028, mandat ini akan diperluas ke semua skuter dan sepeda motor bensin baru.

Pemerintah telah menetapkan target agar kendaraan listrik (EV) mencakup setidaknya 30% dari total armada transportasi kota pada tahun 2030.

Mengatasi Infrastruktur dan Adopsi

Menyadari bahwa kurangnya infrastruktur pengisian daya secara historis telah menghambat adopsi EV, para pejabat telah berjanji untuk memasang lebih dari 30.000 titik pengisian daya publik di seluruh kota. Selain itu, kebijakan ini memperkenalkan insentif pajak yang substansial bagi warga untuk beralih ke model listrik, bertujuan untuk menurunkan hambatan masuk bagi konsumen.

Tantangan dan Kritik

Meskipun inisiatif ini telah dipuji oleh para ahli sebagai 'pengubah permainan' potensial, inisiatif ini tidak luput dari kritik. Beberapa pendukung lingkungan berpendapat bahwa jendela transisi dua tahun terlalu sempit bagi produsen untuk meningkatkan skala produksi, dan yang lain berpendapat bahwa pemerintah harus berbuat lebih banyak untuk meningkatkan transportasi umum.

Para kritikus berpendapat bahwa sekadar mengganti kendaraan pribadi berbahan bakar bensin dengan kendaraan listrik tidak mengatasi akar permasalahan kemacetan lalu lintas, dan menyarankan bahwa perluasan transportasi umum ramah lingkungan dan konektivitas 'jarak terakhir' sangat penting untuk solusi yang benar-benar berkelanjutan.
Sumber: www.theguardian.com
Tags: #Environment #India #electric vehicles #Delhi #Air Pollution #Public Transport

Artikel Terkait