Tragedi di Bangkok: 27 Tewas Akibat Kebakaran Besar Melanda Klub Malam Populer

Sedikitnya 27 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam kebakaran dahsyat di pub Rong Beer Na Lat Phrao di Bangkok. Baca investigasi lengkap mengenai kelalaian dan kegagalan keselamatan.

A
Staff Writer
Diposting pada 13/07/2026 19:47
Tragedi di Bangkok: 27 Tewas Akibat Kebakaran Besar Melanda Klub Malam Populer

Malam Mengerikan di Bangkok Utara

Bangkok diliputi duka cita menyusul kebakaran dahsyat yang melanda Rong Beer Na Lat Phrao, sebuah klub malam populer di distrik utara ibu kota Thailand. Kebakaran yang terjadi sesaat sebelum tengah malam pada hari Minggu itu telah menelan korban jiwa sedikitnya 27 orang dan menyebabkan puluhan lainnya berjuang untuk bertahan hidup di rumah sakit setempat. Insiden ini menandai salah satu tragedi kebakaran paling mematikan dalam sejarah Thailand baru-baru ini, membangkitkan kenangan suram akan bencana Klub Santika tahun 2009.

Saksi mata menggambarkan suasana kekacauan total. Athipat “Ice” Wijarn, seorang musisi yang bandnya sedang tampil di atas panggung ketika api berkobar, menceritakan momen-momen mengerikan dari bencana tersebut. Menurut Wijarn, lampu tiba-tiba padam, dan asap mulai mengepul dari sirkuit listrik di dinding di belakang para penampil. "Semua orang berlari, berdesakan," kenangnya.

Dia menggambarkan ledakan tiba-tiba yang menjatuhkannya, diikuti oleh panasnya api yang menyengat saat dia mencoba merangkak menuju pintu keluar.

Korban Jiwa dan Tanggap Darurat

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengunjungi lokasi kejadian pada hari Senin, dan mengkonfirmasi bahwa 27 jenazah telah ditemukan dari reruntuhan. Skala cedera juga sangat mengejutkan; departemen medis kota melaporkan 73 orang terluka, dengan 25 di antaranya masih dalam kondisi kritis. Meskipun 32 pasien telah dipulangkan, trauma psikologis dan fisik bagi para penyintas tetap mendalam.

Tim tanggap pertama dan tim forensik menghadapi tugas yang berat, menyaring sisa-sisa hangus dan jelaga hitam tebal.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan intensitas kebakaran, dengan kepulan asap besar yang keluar dari pintu depan gedung, membuat upaya penyelamatan menjadi berbahaya.

Investigasi atas Kelalaian dan Kegagalan Keselamatan

Gedung Rong Beer Na Lat Phrao terletak di pusat kota yang ramai, berdekatan dengan pusat perbelanjaan besar dan Pasar Akhir Pekan Chatuchak yang terkenal. Terlepas dari popularitas dan lokasinya yang strategis, para penyelidik kini mempertanyakan standar keselamatan gedung berusia 50 tahun tersebut.

Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Kittharath Punpetch, menyatakan bahwa teori utama yang memandu investigasi adalah "kelalaian." Penilaian awal menunjukkan bahwa korsleting listrik pada unit pendingin udara di langit-langit mungkin telah memicu kebakaran.

Namun, tingginya angka kematian dikaitkan dengan kegagalan serius dalam evakuasi darurat:
  • Pintu Keluar Terblokir: Pihak berwenang meyakini beberapa dari empat pintu keluar yang tersedia mungkin terkunci atau terhalang oleh barang dagangan, termasuk meja yang digunakan untuk menjual permen.
  • Jebakan Mematikan: Sejumlah korban yang memilukan ditemukan di kamar mandi tanpa jendela di dekat bagian belakang bar, tempat mereka mencari perlindungan dari api tetapi akhirnya terjebak.
  • Bahan yang Mudah Terbakar: Polisi sedang menyelidiki apakah bahan peredam suara dan dekorasi panggung—yang dipilih karena kualitas akustik dan estetikanya—bertindak sebagai pemicu, yang mempercepat penyebaran api.

Pola Tragedi yang Berulang

Tragedi ini telah kembali memicu perdebatan sengit di Bangkok mengenai penegakan peraturan keselamatan kebakaran. Ini bukan insiden terisolasi; kebakaran Santika Club tahun 2009, yang menewaskan 67 orang, menjadi preseden yang mengerikan.

Para kritikus dan warga berpendapat bahwa meskipun pemerintah menjanjikan audit keselamatan yang diperbarui dan peraturan yang lebih ketat setelah setiap bencana besar, implementasi sebenarnya tetap longgar.

Saat petugas forensik terus menyisir reruntuhan pub, masyarakat mempertanyakan mengapa tempat populer seperti itu, yang terletak di jantung distrik yang ramai, tidak memiliki infrastruktur keselamatan dasar untuk mencegah hilangnya nyawa dalam jumlah besar. Bagi keluarga dari 27 korban, tuntutan pertanggungjawaban kini menjadi fokus utama.

Sumber: www.aljazeera.com

Artikel Terkait