Serangan Drone Israel di Kantor Polisi Gaza Menewaskan Delapan Orang di Jabalia
Sedikitnya delapan orang, termasuk kepala kantor polisi, tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel di kamp Jabalia, Gaza. Baca selengkapnya tentang korban terbaru.

Serangan pesawat tak berawak Israel yang dahsyat telah menargetkan kantor polisi yang terletak di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara, mengakibatkan kematian sedikitnya delapan orang. Insiden yang terjadi pada Selasa sore di lingkungan al-Faluja ini dikecam oleh otoritas setempat sebagai eskalasi kekerasan terhadap personel penegak ketertiban umum.
Detail Serangan
Menurut laporan dari koresponden Al Jazeera di lapangan, serangan tersebut menghantam fasilitas yang didedikasikan untuk menjaga hukum dan ketertiban di daerah padat penduduk yang berfungsi sebagai pasar lokal yang ramai bagi pengungsi Palestina. Korban jiwa termasuk sedikitnya enam petugas polisi, di antaranya direktur kantor polisi, serta sedikitnya satu warga sipil. Tim Pertahanan Sipil Palestina melaporkan bahwa jenazah telah diangkut ke Rumah Sakit al-Shifa untuk identifikasi dan pemrosesan.
Kementerian Dalam Negeri Gaza secara resmi mengecam serangan tersebut, menggambarkannya sebagai 'pembantaian mengerikan' terhadap anggota kepolisian sipil.Kekerasan Meluas di Seluruh Wilayah Gaza
Tragedi di kantor polisi bukanlah insiden terisolasi. Sepanjang hari Selasa, beberapa wilayah di Jalur Gaza menghadapi peningkatan bombardir Israel. Di wilayah selatan Khan Younis, serangan udara mengakibatkan kematian seorang pria dan melukai tiga lainnya, termasuk seorang wanita dan seorang anak. Selain itu, laporan dari kantor berita Palestina Wafa menunjukkan bahwa seorang anak berusia 10 tahun tewas akibat tembakan senapan mesin berat di daerah al-Mawasi di Khan Younis. Tragisnya, anak tersebut meninggal dunia akibat luka-lukanya sebelum petugas medis dapat membawanya ke Rumah Sakit Nasser.
Korban Jiwa yang Meningkat
Peningkatan kekerasan ini menandai kelanjutan intensitas mematikan yang diamati di wilayah tersebut, meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang rapuh yang ditandatangani Oktober lalu.
Menurut angka terbaru yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban jiwa sejak eskalasi pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.233, dengan lebih dari 173.700 orang mengalami luka-luka. Kementerian tersebut selanjutnya menyoroti bahwa lebih dari 1.100 orang telah kehilangan nyawa sejak dimulainya gencatan senjata Oktober, yang menggarisbawahi sifat genting dari konflik yang sedang berlangsung dan krisis kemanusiaan parah yang memengaruhi penduduk sipil.