Senator Demokrat AS Menghalangi RUU Pertahanan Karena Perang Iran dan Hubungan dengan Israel

Senator Demokrat AS memblokir rancangan undang-undang pertahanan tahunan tersebut, dengan alasan keberatan terhadap perang Trump di Iran dan ketentuan baru untuk integrasi intelijen militer dengan Israel.

A
Staff Writer
Diposting pada 14/07/2026 23:56
Senator Demokrat AS Menghalangi RUU Pertahanan Karena Perang Iran dan Hubungan dengan Israel

Dalam kebuntuan legislatif yang signifikan, Demokrat Senat berhasil memblokir kemajuan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) tahunan, dengan alasan kekhawatiran mendalam mengenai eskalasi militer pemerintahan Trump terhadap Iran dan ketentuan kontroversial yang melibatkan integrasi pertahanan Israel. Pemungutan suara, yang terbagi berdasarkan garis partai dengan hasil 50-46, menolak mosi tersebut dari ambang batas 60 suara yang diperlukan untuk melanjutkan debat.

Konflik Kebijakan dan Prinsip

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menggambarkan RUU tersebut sebagai potensi 'izin' bagi pemerintahan untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran tanpa pengawasan kongres yang memadai. Para kritikus berpendapat bahwa Gedung Putih mengabaikan tugas konstitusionalnya dengan terlibat dalam konflik yang tidak diumumkan.

Koalisi organisasi kebebasan sipil dan antiperang—termasuk ACLU, J Street, dan Win Without War—telah menekan para pembuat undang-undang untuk memastikan NDAA mencakup amandemen yang membatasi pendanaan untuk apa yang mereka sebut sebagai perang yang tidak sah.

Integrasi dengan Israel di Bawah Pengawasan

Di luar konflik dengan Iran, RUU tersebut menghadapi pengawasan ketat atas bahasa yang akan memperdalam kerja sama militer dan intelijen AS-Israel. Salah satu poin perselisihan khusus adalah mandat bagi Pentagon untuk menunjuk seorang pejabat untuk mengawasi integrasi teknologi pertahanan, termasuk penelitian senjata bersama dan 'fusi data'. Human Rights Watch telah memperingatkan bahwa integrasi ini berpotensi melibatkan AS dalam program pengawasan massal, karena sistem tersebut akan menggabungkan umpan intelijen dari berbagai sumber menjadi gambaran penargetan yang terpadu.

Pergeseran Prioritas Demokrat

Senator Demokrat terkemuka, termasuk Bernie Sanders dan Elizabeth Warren, telah menandatangani surat yang menyatakan penentangan mereka terhadap pendalaman hubungan dengan pemerintah Israel saat ini.

Pemberontakan legislatif ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam lanskap politik Amerika, di mana dukungan publik terhadap kebijakan Israel di kalangan Demokrat telah menurun secara signifikan, dari 59 persen pada tahun 2018 menjadi hanya 22 persen pada Mei 2026. Menjelang pemilihan paruh waktu November, perdebatan kebijakan ini berfungsi sebagai mikrokosmos dari perubahan sikap partai terhadap keterlibatan asing dan keamanan internasional.
Sumber: www.aljazeera.com

Artikel Terkait