Potensi Bencana: Prakiraan El Niño Pemecah Rekor Berpotensi Memicu Krisis Kemanusiaan Global

Fenomena cuaca El Niño yang memecahkan rekor diperkirakan akan memicu banjir parah dan kerawanan pangan di seluruh Afrika Timur dan Asia. Para ahli memperingatkan akan terjadinya krisis kemanusiaan besar.

A
Staff Writer
Diposting pada 14/07/2026 03:58
Potensi Bencana: Prakiraan El Niño Pemecah Rekor Berpotensi Memicu Krisis Kemanusiaan Global

Fenomena cuaca El Niño yang semakin intensif dengan cepat siap untuk melepaskan serangkaian bencana akibat perubahan iklim di seluruh Afrika Timur dan Asia, mengancam jutaan orang dengan banjir parah, kelaparan, dan pengungsian. Organisasi kemanusiaan, yang dipimpin oleh Komite Penyelamatan Internasional (IRC), membunyikan alarm karena model prediksi menunjukkan probabilitas 81 persen terjadinya salah satu peristiwa El Niño terkuat yang tercatat sejak tahun 1950.

Konvergensi Guncangan Iklim

Para ilmuwan iklim melaporkan bahwa suhu laut di Pasifik khatulistiwa telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk waktu tahun ini. Pergeseran siklus alami ini—yang melibatkan pelemahan angin pasat dan penyebaran air permukaan hangat ke arah timur—diperkirakan akan mencapai puncaknya antara Oktober dan Desember.

Volatilitas cuaca yang dihasilkan mengancam untuk mengacaukan kehidupan penduduk yang sudah kelelahan akibat kekeringan yang berkepanjangan, konflik geopolitik yang sedang berlangsung, dan berkurangnya sumber daya bantuan internasional.

Negara-negara Garis Depan yang Berisiko

Negara-negara yang menjadi sasaran termasuk Somalia, Kenya, dan Uganda di Afrika Timur, serta Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh di Asia. Di Somalia, ibu kota Mogadishu telah menghadapi beberapa kali banjir besar tahun ini. Para ahli dari FEWS NET telah memperingatkan bahwa jika musim hujan mendatang mencerminkan kondisi ekstrem tahun 1997 atau 2023, risiko kelaparan di wilayah selatan menjadi kenyataan yang kritis.

Sementara itu, di Bangladesh, dampak kemanusiaan sudah meningkat, dengan lebih dari 10.000 orang mengungsi dan banyak korban jiwa dilaporkan di kamp pengungsi Cox’s Bazar akibat tanah longsor dan hujan deras.

Dampak Ekonomi dan Pertanian

Bank Dunia telah mengeluarkan peringatan keras mengenai ketahanan pangan global: jika pola El Niño sepenuhnya terwujud, hasil panen tanaman pokok, khususnya beras, dapat anjlok hingga 50 persen di wilayah yang paling parah terkena dampaknya. Kekurangan yang diproyeksikan ini bertepatan dengan meningkatnya biaya pupuk global, yang semakin diperparah oleh ketidakstabilan regional dan ketegangan maritim di sekitar Selat Hormuz.

Seruan Mendesak untuk Bantuan Proaktif

Saat dunia berada di ambang bencana cuaca ekstrem yang diprediksi ini, Komite Penyelamatan Internasional mendesak para donor global untuk beralih dari bantuan bencana reaktif ke pendanaan proaktif dan antisipatif.

Dengan sistem yang ada sudah kewalahan akibat krisis yang terjadi bersamaan, para ahli menekankan bahwa investasi dalam infrastruktur yang tangguh dan sistem peringatan dini adalah satu-satunya jalan yang layak untuk mengurangi dampak manusia dan ekonomi dari bencana iklim yang sedang berlangsung ini.
Sumber: www.aljazeera.com

Artikel Terkait