Para veteran perang Argentina menyerukan sportivitas menjelang semifinal Piala Dunia melawan Inggris.

Para veteran perang Argentina mendesak para penggemar untuk fokus pada sepak bola daripada ketegangan geopolitik menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris.

A
Staff Writer
Diposting pada 14/07/2026 11:56
Para veteran perang Argentina menyerukan sportivitas menjelang semifinal Piala Dunia melawan Inggris.

Saat Piala Dunia FIFA 2026 mencapai puncaknya, pertandingan semifinal yang penuh taruhan antara Argentina dan Inggris telah menghidupkan kembali ketegangan historis. Namun, Federasi Veteran Perang 2 April, yang mewakili mereka yang bertugas dalam konflik Falklands-Malvinas 1982, telah mengeluarkan permohonan yang menyentuh hati: jagalah pertandingan tetap di lapangan dan jauhkan dari ranah perselisihan geopolitik.

Permohonan untuk Pemisahan

Dalam pernyataan resmi yang dirilis minggu ini, federasi tersebut menekankan bahwa semifinal yang akan datang adalah acara olahraga, bukan 'pertandingan ulang bersenjata atau kompensasi historis.' Dengan 649 nyawa warga Argentina dan 255 nyawa warga Inggris yang hilang dalam konflik 1982, bobot sejarah sangat signifikan. Para veteran menyatakan: 'Kedaulatan dipertahankan di forum internasional melalui diplomasi, kebenaran sejarah, dan klaim damai yang tidak dapat dinegosiasikan yang diabadikan dalam konstitusi nasional kita. Kami menganggap penting untuk menarik garis yang jelas dan tegas antara gairah olahraga dan tujuan nasional.

Meredakan Retorika

Meskipun nyanyian nasionalistik yang merujuk pada pulau-pulau yang dipersengketakan telah bergema dari para penggemar Argentina sepanjang turnamen, kedua tim sendiri berupaya untuk meredakan suasana. Manajer Argentina, Lionel Scaloni, secara eksplisit menyatakan bahwa tidak ada yang dipertaruhkan selain sepak bola ketika kedua negara bertemu di Atlanta. Menggemakan sikap profesional ini, kiper Inggris Jordan Pickford berkomentar, 'Ini adalah dua negara yang bangga. Sepak bola akan berbicara sendiri.'

Rivalitas yang Bersejarah

Pertandingan ini menambah babak lain dalam persaingan yang ditandai oleh momen-momen ikonik, terutama perempat final Piala Dunia 1986 yang menampilkan gol 'Tangan Tuhan' Diego Maradona yang terkenal. Saat dunia menyaksikan apakah Lionel Messi dapat memahkotai karier internasionalnya dengan trofi Piala Dunia kedua, pesan para veteran berfungsi sebagai pengingat bahwa semangat permainan harus melampaui perselisihan masa lalu.

Federasi tersebut mengakhiri pernyataannya dengan mencatat: 'Bola terus bergulir, kebanggaan pada warna kita berlipat ganda, tetapi kenangan tetap utuh.'
Sumber: www.aljazeera.com

Artikel Terkait