Para Pemimpin Dunia Berkumpul di Doha untuk Menghormati Warisan Emir Pendiri Qatar
Para pemimpin dunia dan ribuan pelayat berkumpul di Doha saat Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menerima ucapan belasungkawa atas wafatnya mendiang Emir.

Negara yang Berduka: Qatar Memberikan Penghormatan kepada Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Negara Qatar memasuki masa duka nasional yang mendalam menyusul wafatnya Emir Agung, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang meninggal pada hari Minggu di usia 74 tahun. Sebagai arsitek Qatar modern, pengaruhnya mencakup puluhan tahun pertumbuhan ekonomi, mediasi diplomatik, dan revolusi media, meninggalkan kekosongan yang dirasakan tidak hanya di dalam keluarga penguasa tetapi juga di seluruh dunia.
Konvergensi Diplomatik di Istana Lusail
Selama tiga hari berturut-turut, mulai 13 Juli 2026, Yang Mulia Emir, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, telah membuka pintu Istana Lusail untuk menerima gelombang pelayat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Suasana di istana terasa khidmat dan penuh hormat, saat Emir saat ini menerima ucapan belasungkawa dari berbagai tokoh dunia, mulai dari kepala negara hingga warga emirat. Kehadiran para diplomat di Doha menggarisbawahi pentingnya mendiang Emir di panggung internasional. Para pejabat penting yang datang ke ibu kota untuk memberikan penghormatan terakhir antara lain:- Kepemimpinan Afrika dan Asia: Presiden Paul Kagame dari Rwanda, Presiden Mohamed Muizzu dari Maladewa, dan Presiden Kassym-Jomart Tokayev dari Kazakhstan.
- Tokoh Penting Dunia Arab: Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, Perdana Menteri Maroko Aziz Akhannouch, dan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam.
- Sekutu Regional: Raja Bahrain, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota Kuwait, Sheikh Sabah Khaled Al-Sabah, yang menekankan ikatan kuat di dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
- Perwakilan Global: Presiden FIFA Gianni Infantino, yang mengakui peran penting mendiang pemimpin dalam bidang olahraga dan infrastruktur negara. prestasi.
Warisan Transformasi
Luapan duka cita merupakan bukti kepemimpinan transformatif mendiang Emir. Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dikenang sebagai sosok visioner yang mendiversifikasi ekonomi Qatar, memanfaatkan cadangan gas alam untuk membangun dana kekayaan negara dan infrastruktur kelas dunia. Di luar bidang ekonomi, beliau merevolusi lanskap media Arab melalui pendirian Al Jazeera dan memainkan peran penting dalam diplomasi regional, terutama dalam upaya untuk mematahkan pengepungan Gaza.
Upacara Nasional dan Pemakaman
Mendiang Emir dimakamkan pada Minggu malam di Pemakaman Lusail.
Sebelum pemakaman, salat jenazah diadakan di Masjid Imam Muhammad ibn Abd al-Wahhab, yang dihadiri oleh ribuan pelayat dan pejabat tinggi.Untuk menghormati wafatnya mantan pemimpin tersebut, Amiri Diwan mengumumkan masa berkabung nasional resmi selama empat hari, dimulai pada 12 Juli 2026. Sebagai tanda penghormatan, bendera di seluruh negeri dikibarkan setengah tiang. Sebagai isyarat penting dari berkabung nasional, pemerintah telah menangguhkan pekerjaan di semua kementerian, badan publik, dan lembaga negara, dengan operasi normal dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari Minggu, 19 Juli 2026.
Penghormatan Internasional
Di luar para pelayat yang hadir secara fisik di Istana Lusail, dunia telah bereaksi dengan banjir penghormatan. Amiri Diwan mengkonfirmasi bahwa Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah menerima banyak telegram dan panggilan telepon dari para pemimpin global.
Selain itu, ranah digital juga menyaksikan lonjakan ucapan belasungkawa di platform X, di mana para pemimpin dunia memuji kebijaksanaan, kepemimpinan, dan kontribusi Sang Emir terhadap perdamaian dan stabilitas global.