Para analis memprediksi kenaikan harga yang signifikan untuk seri iPhone 18 yang akan datang.

Para analis memperingatkan bahwa iPhone 18 yang akan datang mungkin mengalami kenaikan harga hingga $200 karena meningkatnya biaya komponen, mengakhiri era kenaikan harga tahunan yang kecil.

A
Staff Writer
Diposting pada 28/06/2026 12:35
Para analis memprediksi kenaikan harga yang signifikan untuk seri iPhone 18 yang akan datang.

Saat Apple menghadapi periode volatilitas biaya komponen yang belum pernah terjadi sebelumnya, analis industri membunyikan alarm mengenai harga iPhone 18 di masa mendatang. Meskipun perusahaan baru-baru ini menerapkan kenaikan harga secara luas di seluruh lini produk MacBook, iPad, dan Vision Pro, iPhone tetap menjadi pengecualian yang mencolok—hingga sekarang.

Dampak 'RAMageddon'

CEO Apple Tim Cook telah secara terbuka mengakui bahwa kenaikan biaya memori dan penyimpanan telah membuat penyesuaian harga 'tidak dapat dihindari'. Lonjakan permintaan untuk pusat data berbasis AI telah mendorong harga komponen memori ke rekor tertinggi, sebuah fenomena yang oleh beberapa pengamat pasar disebut 'RAMageddon'.

Meskipun Apple sebelumnya berhasil menekan biaya komponen-komponen ini, para analis sekarang memperkirakan bahwa kemampuan perusahaan untuk menyerap pengeluaran ini hampir mencapai batasnya.

Mengapa iPhone Terhindar (Untuk Saat Ini)

Menurut Francisco Jeronimo, Wakil Presiden Perangkat Klien di IDC, iPhone telah terlindungi dari kenaikan harga baru-baru ini karena berfungsi sebagai 'sumber pendapatan utama' Apple, yang menyumbang sekitar 50% dari bisnis perusahaan. Apple secara strategis melindungi harga iPhone untuk mempertahankan volume penjualan, tetapi perlindungan ini tampaknya bersifat sementara. Para analis percaya ini adalah jeda taktis sementara Apple mengevaluasi seberapa besar premi yang dapat mereka tetapkan untuk generasi perangkat berikutnya.

Potensi Kenaikan Harga: Mungkinkah $200?

Meskipun sentimen pasar awal menunjukkan kenaikan moderat $50 untuk iPhone 18 standar dan $100 untuk model Pro, kenaikan harga baru-baru ini di berbagai kategori perangkat keras lainnya telah mengubah perkiraan para ahli.

Nabila Popal, seorang analis di IDC, memperingatkan bahwa kita harus bersiap untuk lonjakan harga yang lebih signifikan. 'Insting pribadi saya mengatakan bahwa kenaikan harga iPhone mungkin bahkan lebih tinggi dari yang kita duga—mungkin bahkan $200 untuk model Pro Max,' kata Popal, menambahkan bahwa 'masa kenaikan harga $50 sudah berakhir.'

Apakah Loyalitas Merek Saja Cukup?

Salah satu pertanyaan yang paling banyak diperdebatkan adalah apakah kenaikan harga ini akan membuat pelanggan menjauh. Secara historis, ekosistem Apple menawarkan tingkat retensi yang tinggi; beralih ke Android sering dianggap sebagai hambatan logistik yang melibatkan hilangnya riwayat aplikasi dan layanan. Selain itu, 'aura' premium yang terkait dengan kepemilikan iPhone terbaru sering membuat basis pelanggan kurang sensitif terhadap harga.

Dengan sebagian besar pengguna memilih rencana pembayaran cicilan dan program tukar tambah, kejutan harga perangkat unggulan seharga $1.299 atau lebih tinggi mungkin tersamarkan secara efektif bagi banyak konsumen.

Melihat ke Depan: Faktor Lipat

Dengan peluncuran iPhone lipat yang diharapkan—berpotensi diberi merek 'iPhone Ultra'—Apple menghadapi peluang penetapan harga yang unik. Dengan rumor harga $2.400, perangkat ini berada dalam kategori mewah di mana tekanan harga dari alternatif yang ada sangat kecil. Jika Apple melanjutkan tren menaikkan harga pada lini produknya yang sudah mapan, hal itu jelas menandakan strategi jangka panjang untuk memprioritaskan margin keuntungan terlepas dari tekanan inflasi dalam lanskap manufaktur teknologi saat ini.

Tags: #Apple #iPhone 18 #Smartphone #Tech News #Mobile Technology #Component Costs

Artikel Terkait