Netflix Umumkan Kembalinya JoJo's Bizarre Adventure dengan 'Steel Ball Run', tetapi Para Penggemar Marah
Netflix akhirnya mengumumkan tanggal rilis untuk JoJo's Bizarre Adventure: Steel Ball Run, tetapi jadwal rilis mingguan yang kontroversial telah memecah belah para penggemar.

Kembalinya Dunia Aneh yang Telah Lama Dinantikan
Setelah berbulan-bulan janji yang samar dan tag "segera hadir" yang menggoda, Netflix akhirnya angkat bicara mengenai salah satu adaptasi anime yang paling dinantikan dalam sejarah. Raksasa streaming ini secara resmi mengkonfirmasi bahwa serial manga legendaris, JoJo's Bizarre Adventure, akan kembali ke platform dengan arc Steel Ball Run yang sangat didambakan. Pengumuman ini menandai momen penting bagi penggemar mahakarya surealis dan bergaya Hirohiko Araki, yang secara konsisten mendorong batas-batas genre shonen.
Berita ini datang di tengah serangkaian rilis profil tinggi di platform, termasuk Enola Holmes 3 dan film epik Interstellar.
Namun, bagi komunitas anime, kembalinya JoJo adalah puncak utama musim ini.Catat Tanggalnya: Tanggal Rilis dan Formatnya
Netflix telah mengungkapkan bahwa Steel Ball Run akan resmi tayang perdana pada 25 September 2026. Episode mendatang ini akan berfokus pada tahap kedua dan ketiga dari narasi, menjembatani kesenjangan dalam saga besar garis keturunan Joestar.
Namun, strategi rilis inilah yang membuat antusiasme mulai berbenturan dengan frustrasi. Netflix tidak akan menggunakan model "binge-drop" khasnya untuk serial ini. Sebaliknya, platform tersebut telah mengumumkan jadwal rilis mingguan. Dimulai dari penayangan perdana, episode baru akan dirilis setiap hari Jumat. Gelombang konten pertama akan terdiri dari 11 episode baru, menciptakan peluncuran terjadwal yang dikenal sebagai "JoJo Friday." Meskipun ini meniru gaya siaran tradisional Jepang untuk membangun antisipasi, hal ini telah memicu badai kritik di kalangan pemirsa Barat.
Reaksi Penggemar: "Ketidakmaluan yang Luar Biasa"
Meskipun banyak penggemar yang gembira, menyebut trailer awal "monumental" dan "ikonik," sebagian besar komunitas bereaksi dengan dingin dan marah. Poin utama perselisihan adalah jumlah episode yang terbatas dan kecepatan peluncuran yang lambat.
Platform media sosial, khususnya X (sebelumnya Twitter), telah dibanjiri komentar kritis. Seorang penggemar yang frustrasi menunjukkan absurditas penantian tersebut, mencatat bahwa jarak antara Stone Ocean (dirilis pada tahun 2021) dan Steel Ball Run sudah sangat melelahkan.
Pengguna lain mengecam keputusan platform tersebut, dengan menyatakan, "Menayangkan 10 episode yang sedikit selama setahun dengan cara terburuk dan merasa bangga dengan 'JoJo Friday kembali'... kalian tidak punya rasa malu, ini luar biasa!"Sentimen di antara banyak orang adalah bahwa 11 episode saja tidak cukup untuk mencakup kompleksitas alur cerita Steel Ball Run, yang membuat beberapa orang bercanda bahwa mereka mungkin tidak akan melihat kesimpulan bagian tersebut hingga tahun 2036 jika Netflix melanjutkan dengan kecepatan ini.
Apa yang Diharapkan dari Steel Ball Run
Terlepas dari kontroversi mengenai metode penyampaiannya, kualitas adaptasi tetap menjadi fokus utama. Steel Ball Run secara luas dianggap sebagai salah satu alur cerita terbaik dalam seluruh franchise, yang menggeser latar ke Amerika abad ke-19 di alam semesta alternatif dan berpusat pada perlombaan kuda berisiko tinggi di seluruh benua.
Dengan alur cerita yang kompleks dan sistem kekuatan yang berkembang, ekspektasi terhadap animasi dan penceritaannya sangat tinggi.Apakah format mingguan akan berhasil membangun antusiasme atau malah semakin menjauhkan penggemar masih harus dilihat, tetapi untuk saat ini, semua mata tertuju pada tanggal 25 September.