Irak Berhasil Menemukan Kembali 375 kg Emas dalam Operasi Anti-Korupsi Besar-besaran

Pihak berwenang Irak telah menyita 375 kg emas sebagai bagian dari penyelidikan antikorupsi yang sedang berlangsung terhadap mantan Wakil Menteri Perminyakan Adnan Al-Jumaili, menandai keberhasilan besar bagi Operasi Fajar.

A
Staff Writer
Diposting pada 13/07/2026 15:47
Irak Berhasil Menemukan Kembali 375 kg Emas dalam Operasi Anti-Korupsi Besar-besaran

Dalam peningkatan signifikan inisiatif anti-korupsi nasionalnya, otoritas Irak berhasil menyita 375 kilogram emas yang terkait dengan kasus penting Adnan Al-Jumaili, mantan Wakil Menteri Perminyakan untuk Urusan Pengolahan. Penyitaan ini, yang merupakan kemenangan besar bagi pemerintahan saat ini, menggarisbawahi dalamnya akumulasi kekayaan ilegal di kalangan mantan birokrasi negara tersebut.

Operasi Yudisial Terkoordinasi

Hakim Dhia Jafar dari Pengadilan Pidana Anti-Korupsi Pusat mengkonfirmasi bahwa penyitaan tersebut merupakan hasil dari operasi kompleks yang melibatkan berbagai lembaga. Dari jumlah total tersebut, 358 kg diamankan melalui upaya kolaboratif yang melibatkan otoritas regional Kurdistan, sementara 17 kg lainnya disita selama penyelidikan paralel yang terpisah.

Aset yang disita telah dipindahkan ke Departemen Penerbitan dan Perbendaharaan Bank Sentral Irak untuk diamankan.

Investigasi Al-Jumaili

Investigasi yang sedang berlangsung terhadap Al-Jumaili, yang ditahan pada bulan Mei dan secara resmi diberhentikan pada tanggal 2 Juni, telah mengungkap skala eksploitasi sumber daya negara yang mengejutkan. Angka pemerintah mengungkapkan bahwa aset yang disalahgunakan terkait kasusnya saja melebihi 127 miliar dinar Irak (sekitar $96 juta), bersama dengan $24 juta dalam bentuk tunai, berbagai kepemilikan real estat, kendaraan mewah, dan cadangan emas yang luas. Laporan terbaru juga menyoroti penemuan 14 miliar dinar yang disembunyikan di dalam lubang drainase air hujan, yang menggambarkan metode rahasia yang digunakan untuk menyembunyikan keuntungan ilegal.

Operasi Fajar: Era Baru Akuntabilitas

Penyitaan ini termasuk dalam 'Operasi Fajar,' sebuah inisiatif pemerintah yang luas yang dipelopori oleh Perdana Menteri Ali Faleh al-Zaidi untuk membongkar jaringan korup dan merebut kembali dana publik yang dicuri.

Juru bicara pemerintah Haider al-Aboudi menekankan bahwa kampanye ini beroperasi tanpa memandang status politik tersangka, dengan menyatakan bahwa mandat publik adalah untuk memulihkan integritas keuangan negara.

Selain penyitaan domestik, Komisi Integritas Irak secara aktif mengupayakan kerja sama internasional untuk memulangkan aset selundupan dan telah mengeluarkan 'red notice' untuk tersangka yang tinggal di luar negeri, yang menandakan komitmen kuat terhadap akuntabilitas peradilan jangka panjang.

Sumber: www.aljazeera.com

Artikel Terkait