Eskalasi di Yaman: Pasukan Pemerintah Menyerang Bandara Sanaa di Tengah Sengketa Pesawat Iran

Pemerintah Yaman menyerang bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat, menandai peningkatan signifikan dalam ketegangan antara pemberontak Houthi dan negara.

A
Staff Writer
Diposting pada 13/07/2026 15:46
Eskalasi di Yaman: Pasukan Pemerintah Menyerang Bandara Sanaa di Tengah Sengketa Pesawat Iran

Konfrontasi Strategis di Bandara Sanaa

Ketegangan di negara Yaman yang dilanda perang telah mencapai titik kritis baru ketika pemerintah yang diakui secara internasional mengkonfirmasi telah melakukan serangan militer terhadap Bandara Internasional Sanaa. Pemerintah menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan tindakan yang diperlukan untuk mencegah pesawat Iran mendarat di fasilitas tersebut, yang masih berada di bawah kendali pemberontak Houthi. Menurut laporan resmi, pemerintah memandang penerbangan tanpa izin ini sebagai pelanggaran kedaulatan Yaman dan tantangan langsung terhadap keamanan wilayah udaranya.

Pembenaran Pemerintah

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Senin, pemerintah Yaman membela tindakannya, menyebut pasukan Houthi sebagai 'milisi teroris' yang didukung oleh rezim Iran. Para pejabat berpendapat bahwa serangan di landasan pacu bandara adalah respons yang tak terhindarkan terhadap penolakan Houthi untuk mengizinkan pesawat nasional mendarat, dan malah memilih untuk memfasilitasi kedatangan pesawat Iran.

Sebelum serangan itu, Kementerian Pertahanan telah mengeluarkan peringatan mendesak kepada warga sipil, staf diplomatik, dan organisasi kemanusiaan, mendesak mereka untuk segera mengevakuasi area bandara.

Pembalasan Houthi dan Keprihatinan Kemanusiaan

Setelah serangan itu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengutuk tindakan tersebut sebagai 'agresi' dan bersumpah bahwa koalisi tersebut akan menghadapi konsekuensinya.

Para pemberontak juga mengklaim bahwa sebuah pesawat Iran, yang membawa delegasi diplomatik dan pasien medis, telah berhasil mendarat di lokasi berbeda di Al Hudaydah di pantai Laut Merah.

Situasi semakin rumit dengan tuduhan dari Menteri Informasi, Moammar bin Mutahar Al-Eryan, yang mengklaim bahwa pasukan Houthi telah menahan sebuah pesawat milik Komite Internasional Palang Merah di bandara, menahan pilot dan kopilot secara paksa.

Implikasi yang Lebih Luas bagi Stabilitas Regional

Konflik yang sedang berlangsung di Yaman, yang telah berlanjut sejak intervensi koalisi pimpinan Saudi pada tahun 2015, telah digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai salah satu krisis kemanusiaan paling parah dalam sejarah modern. Meskipun gencatan senjata yang rapuh dan didukung PBB sebagian besar telah menstabilkan kawasan tersebut, peningkatan konflik terbaru ini menunjukkan bahwa perdamaian yang rapuh kini berisiko. Dengan kedua belah pihak bersiap untuk konfrontasi lebih lanjut, risiko kembalinya konflik regional skala penuh tetap tinggi karena kekuatan global mengamati situasi dengan cermat.

Sumber: www.aljazeera.com

Artikel Terkait