Disney+ Mempertimbangkan Potensi Layanan Gratis dengan Iklan untuk Mendorong Pertumbuhan Pengguna
Disney+ dilaporkan sedang mempertimbangkan layanan gratis yang didukung iklan untuk bersaing dengan YouTube dan menarik pemirsa baru seiring intensifikasi persaingan layanan streaming.

Dalam lanskap yang semakin kompetitif di mana raksasa streaming bersaing memperebutkan perhatian pemirsa melawan platform seperti YouTube, Disney+ dilaporkan sedang menjajaki pengenalan tingkatan gratis yang didukung iklan. Adam Smith, kepala produk dan teknologi perusahaan, baru-baru ini mengusulkan strategi tersebut selama pertemuan internal, menandai potensi perubahan signifikan dalam model distribusi layanan tersebut.
Pertempuran untuk Memperebutkan Perhatian Pemirsa
Platform streaming saat ini bergulat dengan tantangan mempertahankan pertumbuhan pelanggan di tengah meningkatnya biaya dan kejenuhan pasar. Data Nielsen terbaru menyoroti persaingan ketat, dengan YouTube menguasai 13,4% dari total waktu menonton televisi pada musim panas 2025, sementara Disney+ tertinggal di angka 9,4%. Dengan memperkenalkan tingkatan gratis, Disney berharap dapat menurunkan hambatan masuk, menarik pemirsa kasual, dan merebut kembali pangsa pasar.
Strategi yang Berkembang dalam Streaming
Industri ini melihat tren yang signifikan menuju eksperimen dengan model akses.
Meskipun pelanggan jangka panjang dan bernilai tinggi tetap menjadi tujuan, kembalinya uji coba gratis—praktik yang dulunya dianggap usang untuk platform besar seperti Netflix—menandakan pergeseran prioritas. Netflix telah mulai menguji akses gratis yang diperbarui, menunjukkan bahwa industri memprioritaskan akuisisi dan retensi pengguna daripada pendapatan langganan langsung.Dorongan Konten yang Lebih Luas
Di luar model penetapan harga, Disney+ secara agresif mendiversifikasi strategi kontennya. Perusahaan baru-baru ini meluncurkan "konten mikro" dan "Verts," serangkaian video vertikal berdurasi pendek yang dirancang untuk bersaing langsung dengan kebiasaan konsumsi cepat yang dipopulerkan oleh TikTok dan Instagram Reels. Mirip dengan para pesaingnya, Disney bertujuan untuk menjaga keterlibatan pengguna dalam ekosistemnya, baik melalui serial bergengsi berdurasi penuh atau media yang mudah dikonsumsi dan ramah seluler.
Meskipun detail mengenai judul atau waralaba spesifik mana yang mungkin tersedia di tingkatan gratis potensial ini masih dirahasiakan, industri sedang mengamati dengan cermat untuk melihat apakah langkah ini dapat berhasil mengubah pengguna gratis menjadi pelanggan premium.
Seiring dengan terus tertekannya anggaran rumah tangga untuk hiburan akibat berbagai kenaikan harga di seluruh industri, titik masuk gratis dapat menjadi keunggulan strategis yang dibutuhkan Disney.