Argentina menaklukkan Swiss dalam pertandingan menegangkan hingga perpanjangan waktu untuk melaju ke semifinal epik Piala Dunia 2026 melawan Inggris.

Argentina mengalahkan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu untuk mencapai semifinal Piala Dunia 2026. Baca laporan pertandingan lengkap tentang gol kemenangan Julian Alvarez dan pertandingan mendatang melawan Inggris.

A
Staff Writer
Diposting pada 12/07/2026 07:35
Argentina menaklukkan Swiss dalam pertandingan menegangkan hingga perpanjangan waktu untuk melaju ke semifinal epik Piala Dunia 2026 melawan Inggris.

Juara Bertahan Kalahkan Perlawanan Swiss

Dalam pertandingan menegangkan di Stadion Kansas City, juara dunia bertahan, Argentina, mengamankan tempat mereka di semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah pertarungan sengit melawan Swiss. Pertandingan yang berlangsung hingga perpanjangan waktu itu berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk tim Amerika Selatan, memastikan pertandingan seru melawan Inggris pada Rabu mendatang.

Argentina memulai pertandingan dengan penuh semangat, memecah kebuntuan pada menit ke-10. Umpan silang akurat dari legenda Lionel Messi menemukan Alexis Mac Allister, yang melompat di atas pertahanan untuk menyundul bola ke gawang, memberi Albiceleste keunggulan awal dan menetapkan nada positif untuk pertandingan tersebut.

Pertempuran Taktis dan Drama Kontroversial

Meskipun unggul di awal, Argentina kesulitan mempertahankan dominasi total. Swiss terbukti tangguh, menyerap tekanan dan melakukan serangan balik secara efektif.

Kegigihan mereka membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika Dan Ndoye memanfaatkan kelengahan pertahanan, mencetak gol dari jarak dekat untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Pertandingan berubah dramatis pada menit ke-72 dengan momen kontroversi yang melibatkan penyerang Swiss, Breel Embolo. Dalam penerapan langka aturan VAR baru untuk turnamen 2026—yang dirancang untuk mengatasi kasus 'kesalahan identitas' selama pemberian kartu kuning—wasit, Joao Pinheiro, awalnya memperingatkan Leandro Paredes. Namun, setelah tinjauan VAR, ditentukan bahwa Embolo telah melakukan simulasi pelanggaran. Keputusan tersebut dibatalkan, dan Embolo diberi kartu kuning kedua, yang mengakibatkan kartu merah yang membuat Swiss harus berjuang di sisa pertandingan dengan sepuluh pemain.

Pukulan Telak dan Puncak Kemenangan

Tahap akhir waktu normal berlangsung menegangkan.

Messi hampir mencetak gol kesembilannya di turnamen ini dengan tendangan lob cerdik yang berhasil ditepis, meskipun wasit mengibarkan bendera offside—keputusan yang menurut tayangan ulang mungkin salah. Lisandro Martinez juga hampir mencetak gol dengan tendangan salto yang berani di detik-detik terakhir, tetapi ia gagal menjebol gawang.

Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit ke-112 perpanjangan waktu. Julian Alvarez tampil gemilang, melepaskan tendangan keras dari jarak 25 yard yang melesat ke sudut kanan atas gawang, membuat kiper Swiss tak berdaya. Saat Swiss terus menyerang dalam upaya putus asa untuk menyamakan kedudukan di menit-menit terakhir, Argentina memanfaatkan celah-celah tersebut.

Serangan balik yang dipimpin oleh Thiago Almada berujung pada tembakan yang dibelokkan dan jatuh tepat ke kaki Lautaro Martinez, yang kemudian mencetak gol ketiga untuk memastikan kemenangan.

Perjalanan Menuju Final: Babak Semifinal

Perjalanan Argentina untuk mempertahankan gelar mereka sangat berat, setelah sebelumnya dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu oleh Cape Verde di babak 32 besar. Mereka sekarang menghadapi tim Inggris yang tangguh di Atlanta pada hari Rabu. Inggris juga menempuh jalan yang sulit, membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengalahkan Norwegia di perempat final mereka sendiri.

Meskipun Lionel Messi yang berusia 39 tahun terus menentang usia, dampak fisik dari turnamen ini tetap menjadi perhatian. Namun, Argentina akan termotivasi oleh fakta bahwa hanya Italia dan Brasil yang pernah berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia dalam sejarah. Sementara itu, semifinal lainnya akan mempertemukan Spanyol melawan Prancis—tim yang sama yang dikalahkan Argentina di final 2022 di Qatar.

Sumber: www.aljazeera.com

Artikel Terkait